Leluasa Zine ke-7: Berkenalan dengan Musik dan Gambar
![]() |
Cover Leluasa Zine #7 |
Saat aku sedang menonton tv tiba-tiba Mas Rudi datangin aku.
Mas Rudi bawa kaus dan kaus itu langsung dikasih ke aku. Aku langsung bilang
terima kasih sama Mas Rudi. Kemudian, aku buka plastik kausnya. Di dalam
plastik itu ada zine dan aku diminta buat Mas Rudi baca zine itu sampai
selesai.
Aku diminta kalau sudah selesai membaca nanti buat ulasan
paling tidak dua halaman. Dan, aku langsung iyain aja. Kaus yang tadi langsung
aku taruh di cucian. Setelah itu aku lanjut nonton tv lagi. Besoknya aku
langsung baca zinenya lumayan lama. Aku baca zine ini sekitar satu mingguan
karena halamannya hanya sedikit dan juga banyak foto.
Meskipun banyak foto dan juga halamannya sedikit, tetapi
tulisannya kecil dan jadinya aku perlu waktu satu minggu untuk membacanya. Dan,
hari ini aku sudah selesaiin bukunya dan sekarang sedang aku ulas. Karena Mas
Rudi request dua halaman jadi aku buatin dua halaman karena sudah di-request.
Kadang-kadang aku bacanya hanya sebentar, sih, karena
diajakin main temanku. Tetapi kalau lagi free biasanya aku baca lebih
lama. Hari apa itu aku baca kemungkinan sampai 40 menitan lebih soalnya aku
enggak lihat hp. Di zine ini mengambil tema wawancara dan zine yang edisi lain
aku enggak tahu tema apa.
Baru pertama kali ini aku baca zinenya Leluasa. Karena Mas
Rudi juga aku bisa baca zine ini karena Mas Rudi beliin bajunya. Dulu aku
sempat pengin bajunya Ngglituk Podcast tetapi aku bilangnya telat dan aku
bilangnya saat sudah sold out. Dan, biar enggak terjadi lagi Mas Rudi
langsung beli saja.
Rata-rata wawancara di zine ini tentang musik lokal. Di zine
ini banyak sekali musik lokalnya yang aku baca banyaknya di sekitar Sukoharjo.
Mungkin kejauhan kalau kota yang lain soalnya Sukoharjo aja sudah lumayan jauh.
Meskipun hanya sekitar Sukoharjo tetapi aku bisa tahu kalau di sekitar
Sukoharjo banyak musik lokal.
Di zinenya ini ada banyak cerita perjuangannya juga. Karena
musik lokal ini berusaha sendiri untuk jadi terkenal dan banyak orang yang tahu.
Namun, karena keterbatasan dana jadi lumayan sulit untuk bisa bernyanyi. Ada
tempat yang murah namun di tengah pemukiman dan takutnya mengganggu.
Aku juga mencari band yang ada di buku ini. Dan, ternyata
ada beneran. Aku coba dengerin lagunya The Rubanah. Aku lumayan suka sama lagu
yang Full of Fool dan juga Seminggu Penuh Peluh. Aku suka banget
sama lagu itu karena enak banget kalau didengerin pas di lagu Full of Fool
saat never-never my stop business atau apa aku enggak tahu liriknya tapi
pas itu enak banget aku dengerinnya.
Saat aku lagi baca zinenya, biasanya aku stel lagunya karena
bisa buat mood-ku naik. Dan, di lagu Seminggu Penuh Peluh aku
paling suka di saat nikmati coklat nikmati keju di atas sofa karena di
saat itu seru banget. Aku sampai nyanyi-nyanyi saat mandi karena aku paling
suka sama lirik yang itu karena terbayang-bayang terus.
Bukan hanya di kamar mandi biasanya di sekolahan pun aku
terbayang-bayang terus. Karena itu aku sering dengerin The Rubanah. Dan, aku
juga cari grup musik yang lainnya dan aku cari Doze Club. Saat aku search
di Spotify ternyata hanya ada satu lagu dan aku juga dengarin dan aku lumayan
suka.
Semoga nanti Doze Club musiknya bisa banyak dan nanti aku
bisa dengarin semua. Aku juga search Barmy Blokes tapi aku belum sempat
dengerin musiknya. Aku juga mau search grup musik Breez tapi aku lupa terus. Mungkin
nanti setelah mengulas ini aku langsung search karena aku belum tahu
lagunya satupun.
Dan, mungkin juga nanti aku juga cari lagu yang lainnya.
Karena di zine ini grup musik lokalnya banyak banget. Dan, aku baru sempat
dengarin dua dan nge-search tiga doang. Dan, kalau ingat aku dengarin
semua lagunya. Yang paling banyak lagunya adalah Barmy Blokes tapi karena tidak
ada waktu aku enggak dengarin.
Dan semoga semua grup musik lokal yang ada di zine ini
sukses semua. Semoga nanti bisa jadi grup musik yang terkenal. Dan akan
menceritakan masa-masa sulit mereka untuk menyemangati grup musik lokal lain.
Kalau Leluasa mengeluarkan zine lagi mungkin aku bisa minta Mas Rudi lagi.
Karena editor dari zine ini adalah Mas Rudi sendiri. Dan,
juga karena Mas Rudi sudah kerja pasti punya uang.
Dan, aku akan minta lagi karena kalau ada musiknya lagi
pasti aku suka. Di buku ini juga ada wawancara ke Leluasanya sendiri. Saat aku
sudah selesai baca zinenya aku coba lihat halaman lainnya. Aku baru tahu kalau
sudah ada tujuh edisi dari zine ini karena aku belum pernah lihat.
Semoga nanti Leluasa jadi lebih sukses. Dan, aku bisa beli
baju dan zine yang lebih banyak karena aku baru punya satu. Zine ini bagus
banget namun ada sedikit yang typo dan mungkin lupa dibenerin.
Saat aku pertama baca buku ini dan lihat sampulnya aku
enggak ngerti itu gambar apa. Tetapi saat aku sudah selesai baca baru aku tahu
ternyata itu gambar seorang wanita yang sedang baca buku. Namun, baca bukunya
di jendela dan aku enggak tahu maksudnya karena aku enggak terlalu ngerti
tentang gambar.
Di buku ini aku juga bisa tahu ternyata Mas Dwi selama ini
menggambar. Dan, ternyata gambarannya bagus banget dan aku baru tahu banget.
Kukira gambaran yang ada di ruang podcast itu yang gambar orang. Namun,
ternyata itu adalah gambarannya Mas Dwi sendiri. Dan semoga nanti Mas Dwi bisa
pamerin gambarannya di pameran-pameran yang besar dan akan dilihat banyak
orang.
Penulis: Ronald Arendra Fujiwara, 2025 merupakan tahun terakhirnya mengenyam belajar di tingkat SD.
Editor: Rudi Agus Hartanto
5 komentar untuk "Leluasa Zine ke-7: Berkenalan dengan Musik dan Gambar"
Posting Komentar