Radio Junkies: Pecandu Radio dari Surakarta
Sponsored Post
![]() |
Foto: Dok. Radio Junkies |
Radio adalah salah satu media massa yang sejarahnya kita tahu lama bangeeetttt dari awal dan sampai sekarang masih eksis digempur berbagai zaman. Kami percaya nama adalah doa. Harapan nya Radio Junkies bisa everlasting. -Radio Junkies
5 tahun bersama, akhirnya dipenghujung tahun 2024 Radio Junkies merilis debut album Self Titled melalui digital streaming platform. Menuliskan 10 lagu tentang cinta, persahabatan, rasa kehilangan, dan semangat. Beberapa waktu lalu kami memiliki kesempatan untuk ngobrol bareng RJ melalui pesan teks. Simak obrolan kami di bawah ini.
Halo, Radio Junkies. Sebelumnya salam kenal dari kami Leluasa. Mungkin boleh perkenalkan diri dulu?
Haloo Leluasa, salam kenal! 🤜🏼🤛🏼 kami Radio Junkies. Kenalin ini ada Leonardo Rio (Rio) pada vokal, Robi Zarres (Robi) pada gitar, Yosua Ardi (Yos) pada bass, dan CH Lesmana (CH) pada drum.
Kalo boleh tau Radio Junkies itu frekuensinya FM atau MHz ya? Hehehe.
Hahaha 😄 sa ae! Jadi nama Radio Junkies atau biasa kami sebutnya RJ itu nama sebuah band group dari Solo yang dibentuk tanggal 9 September 2019. Bukan nama stasiun radio yaa, jangan sampai salah 😉
Bisa ceritakan bagaimana awal mula teman-teman RJ terbentuk?
Oke. Ceritanya lumayan panjang nih yaa. Awalnya personel kami ada lima orang dan sekarang hanya empat orang karena salah satu personel sekaligus gitaris kami, Yossi, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023.
Jadi cerita pertamanya, Rio dan mendiang Yossi dipertemukan oleh Moko (salah satu crew kami). Moko adalah teman SMP dan SMA-nya Yossi, di lain sisi Moko ini teman kuliahnya Rio. Long story short, Rio dan Yossi sepakat membentuk sebuah grup musik bergenre pop rock alternatif. Lalu Yossi ngajak CH dan Rio ngajak Robi dan Yos untuk gabung dalam 1 band yang belum tahu nama bandnya apa. Nah, setelah personel Radio Junkies lengkap, Yossi dan Rio bertemu kembali untuk membahas nama band yang akan dipilih nantinya, akhirnya Radio Junkies dipilih untuk menjadi nama band ini.
"Malam itu aku inget banget, lagi nongkrong sama mendiang Yossi di salah satu coffee shop terus dia nyodorin beberapa nama buat band. Akhirnya terpilihlah nama Radio Junkies yang kalau diterjemahin ke Bahasa Indonesia artinya pecandu radio," kata Rio.
Kenapa memilih nama Radio Junkies? Apakah kalian terpengaruh dengan Radio? Bagaimana ceritanya?
Oke ada 2 dua alasan kenapa kami memilih nama Radio Junkies. Pertama, karena personel dan crew kebanyakan berawal dari broadscasting yang kebetulan berkecimpung di dunia radio. Ada yang pernah bekerja jadi penyiar radio, music director, program director, produser, dll. Ada yang pernah magang di radio dan ada juga yang jadi narasumber sebuah program reguler di radio. Lalu, alasan kedua: secara filosofis, kan, radio adalah salah satu media massa yang sejarahnya kita tahu lama bangeeetttt dari awal dan sampai sekarang masih eksis digempur berbagai zaman. Kami percaya nama adalah doa. Harapannya Radio Junkies bisa everlasting, semoga lagu-lagu kami easy listening bisa diterima semua kalangan masyarakat, penikmat musik, dan siapapun yang mendengarkan.
Memainkan musik pop/alternatif/rock, siapa yang mempengaruhi kalian dalam bermusik?
Bicara soal band/music influencer, jujur yang mempengaruhi kami bermusik sebenarnya cukup banyak dan variatif karena memang selera musik para personel RJ berbeda-beda seperti Oasis, Saosin, BMTH, RHCP, Scorpions, Pink Floyd, dan masih banyak lagi. Awalnya kami mengarah ke band-band Britpop tapi seiring berjalannya waktu akhirnya kami mengambil benang merahnya ke arah musik pop rock alternatif.
RJ sudah merilis beberapa single: Like In Heaven (2020), Bintang Rock n Love (2021), Asa (2021), Cantik (Ku Temukanmu) (2022) dan album penuh Self Titled pada penghujung tahun 2024. Kenapa sebelumnya memilih merilis single dan jarak waktunya lumayan lama dengan album?
Kami milih untuk rilis single-single dulu yaa untuk mengenalkan kami sebagai band baru yang indie dari kota Solo. Dengan merilis single kami untuk mengenalkan diri ke publik sambil kami berproses menyiapkan album. Nah, dalam perjalanan untuk rilis album pertama ini memang terbilang cukup lama karena pada saat itu kami punya pekerjaan masing-masing yang belum bisa ditinggal untuk fokus ke proses penggarapan album, ditambah pada saat itu agak susah membagi waktu antar personel karena belum ada manager. Lalu ada hal-hal lain yang di luar dugaan seperti pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, Yossi mengalami kecelakaan lalu lintas lalu berpulang kepada Sang Pencipta yang masih sampai sekarang meninggalkan duka yang dalam, dan setelah proses rekaman album selesai tiba-tiba Yos didiagnosa dokter punya penyakit autoimun yang menyebabkan Yos tidak bisa beraktivitas normal sediakala termasuk tidak bisa memainkan alat musik dan hingga saat ini pun Yos masih dalam proses pemulihan.
Dari 10 track pada album Self Titled, bagaimana proses pengerjaannya? Mengalami kesulitan tertentu gitu nggak?
Proses pengerjaan album perdana ini memang bisa dibilang challenging. Karena kami mengerjakannya secara mandiri mulai dari Rio nulis semua lagu terus aransemen bareng-bareng terus bikin guide sampai mixing dan mastering. Kebetulan Yos yang mixing & mastering semua lagu di album ini. Untuk kesulitan tertentu, hmmm, lebih ke pembagian waktu semua personel untuk recording.
Siapa yang menulis lirik dalam lagu-lagu RJ?
Leonardo Rio pada vokal.
Lagu dalam Self Titled yang menurut kalian paling susah mainnya? atau mungkin paling skillfull menurut kalian.
Yang paling skillfull mainnya atau bisa dibilang effort banget yaa, hmmm, mungkin lagu "Gak Usah Banyak Gaya!" karena ada unsur blues di lagu ini dan salah satu genre yang cukup berbeda dari lagu-lagu lainnya.
Lagu andalan pada album ini? Dan apa alasan memilih lagu tsb?
Lagu andalan boleh jawab "semua" gak? 😄 kalau lagi promo di radio-radio pasti jawaban personel RJ, tuh, beda-beda. Serius, gak ada yang sama. Ada yang milih lagu Bintang Rock N Love, Asa, Hari Esok, Sudahlah Lupakan, Hadapilah Dunia, Tak Ada yang Tahu, Gak Usah Banyak Gaya! Yaa alasannya macem-macem ada yang bilang lagu yang ini Britpop banget, ada lagu yang relate banget sama real life yang pernah dialami, dll.
Seberapa penting gambar sampul album menurut kalian? Kenapa memilih foto sebagai gambar sampul album ini?
Menurut kami sampul album, tuh, penting banget. Kalau ditanya alasan kenapa milih foto para personel jadi album cover yaa bukan soal kami narsis atau pick me yaa. Big no! 😁 yaa karena ingin menyampaikan message melalui foto yang menggambarkan identitas dan suasana kebatinan kami. Seperti foto dengan konsep 4 personel dan radio lalu ada 1 gitar yang kami letakin di foto itu sebagai bentuk cara kami sangat mengapresiasi kehadiran mendiang Yossi yang telah "berpulang" lebih dulu dan kami yakin meski secara raga kami terpisah namun jiwa kami berlima tetap bersatu. Hazek! 😁
Oh ya, kami lebih dulu mengenal Robi (gitaris) dg beberapa proyek musiknya, apakah teman-teman RJ juga memiliki proyek lain? Bagaimana cara membagi waktunya?
Yess betul banget memang ada beberapa proyek musik lainnya selain Robi. Ada juga Yos yang tetap menggeluti dunia recording-mixing-mastering secara freelance. Lalu CH juga main sebagai session player di salah satu band rohani. Kalau membagi waktunya ya bisa dibilang gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Manager sebisa mungkin ngatur bikin jadwal latihan/rehearsal dan berkoordinasi dengan semua personel dan crew biar gak ada yang bentrok waktunya. Biar sama-sama enak lah pastinya. Kalau untuk jadwal manggung/live perform ya biasanya manager udah bikin schedule dan di-share ke WA group jadi masing-masing personel bisa menyesuaikan jadwal RJ yang sudah diagendakan.
Terakhir, untuk teman-teman yang membaca interview ini. Mungkin ada yang ingin disampaikan.
Pertama, kami mau mengucapkan terima kasih banyak untuk Leluasa telah bekerja sama dengan Radio Junkies untuk promo album pertama ini, sudah berkenan menerima karya-karya kami dan interview session kali ini. Harapannya semoga Radio Junkies dan lagu-lagunya makin banyak diterima, dikenal, dan dinikmati publik secara luas. Lagu-lagu kami sudah tersedia di berbagai digital streaming platform. Bisa juga kepoin keseruan kami di social media @radiojunkiesofficial. Terus Radio Junkies bisa jadi salah satu band kebanggaan kota Solo. Jadwal manggung bisa makin makin makin banyak di mana-mana. Aamiin ya Allah! Pokoknya Leluasa dan Radio Junkies bisa kerjasama lagi di lain waktu. Semoga semesta merestui. Sukses untuk Leluasa! Keep rock & love 🤘🏼❤
Connection:
Radio Junkies
Radio Junkies
Surakarta, Jawa Tengah
Interviewer: A. Dian
Editor: Rudi Agus Hartanto