Sebuah Nasihat dari Romi & The Jahats untuk Mengarungi Bahtera Rumah Tangga

Cover Album Rumah


Setiap lagu akan menemukan pendengarnya. Pertemuan di antara keduanya bisa dipengaruhi beragam faktor. Bisa karena genrenya, keterkenalannya, saluran emosi musisinya, mungkin juga karena liriknya yang berpengaruh pada kehidupan, atau berkenaan dengan situasi yang dialami pendengar. Pertemuan-pertemuan itu sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan si pendengar. Uniknya, sebuah lagu menjadi multi interpretasi, sesuai situasi dan kondisi sang mustamik.

Hal itulah yang saya temukan dalam album Rumah (2018) karya Romi & The Jahats (RTJ). Pertemuan dengan album itu digiring oleh algoritma Spotify yang mengarah pada sebuah lagu berjudul Tolong Aku Kau Ingatkan. Seketika saya mencengkram rem dan meminggirkan motor hanya untuk tau judul apa yang dibawakan suara parau Romi. Tak lupa, saya tambahkan pada fitur lagu yang disukai untuk diulik sesampainya di rumah. 

Album yang dirilis pada 2018 itu berisi 10 lagu dengan total durasi 48 menit 22 detik. Band punk rock asal Jakarta itu  berhasil mendeskripsikan Rumah tak hanya berbentuk fisik hingga kehidupan di dalamnya. Kehidupan khas urban perkotaan dengan ragam masalah yang membersamainya. Kehidupan keluarga kecil ringkih yang tegak untuk menghadapi kerasnya kota. Juga kehidupan dalam sudut pandang bapak atau laki-laki yang tidak maskulin. 

Representasi Kelas Pekerja 
Punk akan selalu berkelindan dengan isu kelas pekerja. Karena memang dari sana punk berasal. Dalam Rumah, RTJ menggambarkan kehidupan kelas pekerja dengan sosok ayah yang harus banting tulang demi memenuhi materi untuk tumbuh kembang sang buah hati. Seperti dalam lagu Pesan Ini Waktu Yang Menjawab. Kondisi kerja yang mengharuskan berangkat sebelum anak bangun dan pulang setelah anak tidur, membuat ketakutan bahwa sang anak akan lupa nama ayahnya. Mungkin hal ini menjadi salah satu penyebab Indonesia masuk dalam tiga besar negara dengan tingkat fatherless tertinggi di dunia. 


Aku takut kau lupa / Nama ayahmu sendiri / Karena jarak dan waktu / Juga ego orang tuamu / Yang berakibat kau / Jadi korban kejamnya diberikan / Dari benteng keluarga / Tapi yakin bukan itu rencana kami
Berkembangnya teknologi menciptakan jenis pekerjaan baru. Dalam satu dekade terakhir, ojek online jadi salah satu pekerjaan yang tumbuh subur di kota urban. Dalam buku Menyoal Kerja Layak dan Adil Dalam Ekonomi Gig di Indonesia (Yeremias T. Keban, Ari Hernawan, dan Arif Novianto (eds.), 2021), menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi oleh pengemudi ojek online adalah jam kerja yang cenderung panjang, rawan kecelakaan, dan nihilnya perlindungan sosial. Kondisi ini direpresentasikan dalam reff lagu Puma Tak Purin. Meskipun dibawakan dengan nada yang gembira, namun saya menangkap ada kegetiran dalam lagu itu.


Hidupku di atas roda / Bersilang dengan bahaya / Hidupku di atas roda / Tak mudah (seperti) kelihatannya / Penuh tanda tanya bagai jalan yang kulalui / kiri atau kanan kamu yang punya cerita
Selain menyoal kondisi kerja, Rumah menemukan bentuk fisiknya dalam lagu berjudul 3 X 3 Meter. Di mana kehidupan keluarga yang berisi ayah, ibu, dan seorang anak terjalin dalam ruangan sempit namun hangat. Romi merekam kasih sayang keluarga melalui dinding kontrakan yang berhias dua poster usang. Musim kemarau yang panas dan kering, dan musim hujan yang dingin mereka lewati dengan canda tawa.

Saya jadi teringat dengan kawan-kawan buruh di kawasan industri Cikarang. Mengarungi bahtera rumah tangga dengan berlindung di kontrakan petak, dengan bunyi token yang seirama dengan detak jantung mereka. Kamar yang saling berdempetan tak mengenal kata privasi, membuat segala aktivitas diketahui tetangga. Satu situasi yang juga pernah saya alami.

Nasihat Untuk Pasangan Muda
Band punk rock identik dengan lagu tentang perlawanan, persekawanan, dan solidaritas. Hal itu juga berkaitan dengan semangat Do It Yourself yang menjadi etos hidup seorang punk. Hal unik ditemukan pada RTJ dengan lirik  yang syarat akan nasihat namun tak sampai menggurui. Bagi sebagian orang, mungkin nasihat adalah hal yang memuakkan. Terlebih bagi gejolak kawula muda yang sedang mencari arti hidup dan menghayati kebebasan. Akan tetapi, bagi pasangan muda yang baru menikah, nasihat adalah keniscayaan yang perlu.
 
Lagu Kalian Bukan Penghianat menggunakan penulisan sudut pandang orang ketiga. Di mana seorang abang sedang menasihati adiknya untuk rujuk kepada sang suami. Menariknya, nasihat yang diberikan juga menggunakan perantara anak yang dianggap bisa merasa dan mendengar ketika suami istri itu bertengkar.

Bagi pasangan muda yang sedang berseteru, lagu ini pas jika didengarkan ketika “gencatan senjata”. Dalam kesendirian yang mengkondisikan untuk refleksi diri, di bagian akhir lagu terdapat empat kali repetisi lirik yang mengajak untuk mengingat kembali tentang cinta kasih yang asli.

 
Satu hal yang pasti / Kasih kalian asli / Mohon maaf padanya dan jangan meragukannya
Orang bilang, komunikasi adalah kunci dari hubungan yang langgeng. Bare minimum nya adalah membiasakan kata maaf, tolong, dan terima kasih. Perselisihan dalam hubungan bisa diminimalisir dengan berani meminta maaf. Berani di sini menunjukkan bahwa memang meminta maaf itu tak semudah kelihatannya. Terlebih jika hati sudah dikuasai ego dan gengsi.

Lagu Tolong Aku Kau Ingatkan memunculkan dan menambah keberanian itu. Di sini, RTJ kembali menggunakan anak sebagai medium pertimbanan yang menentukan sikap seorang bapak. Ketakutan muncul jika terus berbohong dan berkelit ketika membuat kesalahan. Hal itu akan menurun ke anaknya ketika tumbuh dewasa kelak.


Jika memang ku bersalah / Ku tak akan membela diri / Apa lagi berkelit / Menanamkan kebohongan / Hanya satu yang kuminta / Tolong aku kau ingatkan / Jangan sampai terusak jiwa anak yang sedang coba memahamimu.
Nasihat untuk menjadi pribadi yang jujur juga disampaikan dalam lagu Buah Hati. Lagu yang menjadi pembuka album Rumah itu berisi tentang doa terhadap kelahiran seorang anak. Pesan untuk menjadi pribadi yang jujur, kuat, menghantam karang (rintangan) yang menghadang, dan pantang lari dari kenyataan. Ketika seorang ayah menggendong anaknya dan menyanyikan Buah Hati itu adalah nyanyian sekaligus wejangan untuk bekal hidup kelak.

Selain pesan-pesan terhadap keluarga, RTJ juga menyajikan sisi lain dalam rumah tangga. Memilih menikah berarti harus siap berkompromi dan menanggung risiko untuk “terkekang.” Mungkin itu maksud sangkar burung di sampul album Rumah. Waktu untuk nongkrong menjadi sedikit. Dan di kasus lagu Ala Mak Jan, hal itu berakhir dengan dikunci dari dalam. Lagu itu juga menunjukkan segarang apapun laki-laki di luar, dan sejaim apapun laki-laki di depan teman-temannya, tetap di depan istri dia adalah anak kecil yang manja.

Punk Rock Tetap Boleh Menangis Kok
Punk rock diidentikkan dengan maskulinitas dan selalu berantonim dengan kesedihan. Terlebih pada dekade lalu, ketika lagu pop melayu laris di pasaran, punk rock bertindak sebagai antitesis dari lagu “galau” yang dianggap memengaruhi mental anak muda.

Dalam Rumah, RTJ melewati batas-batas itu. Lagu berjudul Jingga Hitam yang dibawakan dengan akustik itu mengkondisikan bahwa laki-laki pasti pernah dalam titik terendah. Memang benar, dalam alam patriarki kita dipaksa harus menjadi keras untuk menghadapi kerasnya hidup. Tapi sudah menjadi rahasia umum, dalam titik terendah, tak ada kata yang bisa keluar melainkan helaan nafas dan cucuran air mata.


Ada saat kita gagal kalah telak dalam segala hal / Ada saat pria menangis bahkan sampai air matanya habis
Ada kebaikan saat terendah disematkan / Dianggap hilang setara dengan sampah
Ada saat pria luka dalam dan berdarah / Tetapi yang menetes adalah nanah
Ada saat pria tersungkur/ Terpaksa menelan tanah berlumpur / Ada saat pria berdiri tetapi dirajam tai sendiri
Di tengah lagu, Romi membacakan puisi singkat yang seolah menjadi rapalan doa. Puisi itu ditutup dengan permohonan, Demi masa / demi masa / Sembuhkanlah / Sembuhkanlah / Mudahkanlah.
Bentuk titik terendah laki-laki di lagu ini adalah ketika gagal dalam segala hal, ketika  harga diri tak lagi dihargai dan dihormati. Namun, alih-alih menjadi melankolis dan berujung putus asa, lagu ini seakan merangkul sambil berbisik lirih “Tak apa menangis, tak apa bersedih, itu wajar. Tak akan luntur laki-lakimu hanya karena menangis.” 

Rumah, Tempat Untuk Kembali?
Rumah, dalam bentuk fisik atau personifikasi, sering digambarkan melalui lagu sebagai tempat untuk kembali. Namun, album Rumah berkata lain. Rumah dan seisinya adalah bagian dalam hidup yang tak bisa ditinggal pergi. Orang di dalamnya menjadi alasan untuk tetap hidup dan pantang berputus asa. Rumah adalah pesan cinta tanpa harus mengucap kata “cinta”. Rumah adalah tumpukan nasihat yang bisa mendewasakan pendengarnya. Memang benar adanya, dengan memikirkan atau berada di rumah kebebasan kita menjadi terbatas. Atau justru tidak ada kebebasan sama sekali. Tapi bukankah semakin bertambahnya usia hidup adalah tumpukan kompromi?


Penulis: Pratama Wasisto Aji, orang yang menggeluti Ilmu Komunikasi tapi terkadang enggan berkomunikasi.
Editor: A. Dian

Posting Komentar untuk "Sebuah Nasihat dari Romi & The Jahats untuk Mengarungi Bahtera Rumah Tangga "